
Daya tarik dunia ini amat kuat dahsyat. Sebegitu kuatnya sehingga orang terpesona oleh berbagai hal yang ditawarkan dengan segala cara. Berhadapan dengan daya tarik demikian, kita dituntut untuk bersikap bijak agar hidup kita tidak terjerat oleh duniawi semata.
Dalam perayaan Ekaristi hari ini kita akan mendengarkan Injil Lukas Bab 15 yang pendek: ayat 1-10, yaitu perumpamaan tentang domba yang hilang (ay. 3-7) dan tentang dirham seorang perempuan yang hilang (ay.8-10). Perumpamaan itu ditujukan kepada kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat, tetapi juga berlaku bagi kita.
Jikalau seseorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya dan anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku
Sebagaimana Yesus telah wafat dan bangkit, demikian semua orang yang meninggal dalam Dia, akan dijemput Allah bersama Yesus. Dan seperti semua manusia mati dalam Adam, demikian semua orang dihidupkan kembali dalam Kristus.
Bacaan-bacaan pada hari ini menyiratkan kepada kita tentang bagaimana menjadi seorang yang kudus atau santo/santa. Dalam bacaan pertama, dikatakan bahwa untuk menjadi kudus, seseorang harus bisa menjadi kudus, seseorang harus bisa melewati setiap tantangan, cobaan, serta suka dan duka dalam hidup.
Dua sayap kehidupan kita: ungkapan iman dan perwujudan iman. Ada orang yang bertanya kepada Tuhan Yesus, “Hukum apakah yang paling utama?” Yesus menegaskan hukum yang pertama adalah “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu.”