
Semangat solidaritas dalam bentuk saling mengunjungi sesama, khususnya kaum rentan untuk berbagi kebahagiaan terus dilakukan oleh anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae Paroki Katedral Ruteng. Kali ini, di panti asuhan Biara Somascan di Cimpar mereka berbagi kegembiraan, harapan, dan sukacita hidup melalui pemberian bantuan kasih.
Foto bersama Anak -anak Panti Asuhan di Biara Somascan, Cimpar dengan anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae sesaat setelah acara pemberian bantuan kasih, 18 Januari 2026. (Foto: RD JEAN)
KATEDRALRUTENG.ORG – SEKAMI Lumen Gratiae
Paroki Katedral Ruteng mengadakan kegiatan kunjungan persaudaraan ke Panti
Asuhan Santu Hironimus Emilianus di Biara Somascan, Cimpar, Minggu, 18 Januari
2026 menjelang siang. Sejumlah 82 anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae dan 12 tim
pendamping SEKAMI paroki Katedral mengunjungi panti asuhan tersebut dalam
semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng.
Panti asuhan ini dikelola
oleh para biarawan Kongregasi Somascan. Dalam kunjungan ini, anak-anak SEKAMI mengadakan
misa bersama dengan semua anak yang menghuni panti asuhan. Misa dipimpin oleh
RD. Jean Loustar Jewadut. Anak-anak SEKAMI mempersembahkan koor meriah dalam
misa.
Dalam homilinya, RD. Jean menegaskan tentang Roh Kudus yang sudah diberikan kepada umat melalui sakramen baptis. Roh Kudus berdiam dalam hati setiap umat beriman yang sudah dibaptis. Hati adalah bait Roh Kudus. “Kalau hati adalah bait Roh Kudus, maka hati kita harus selalu dipenuhi oleh kasih, sukacita, pengampunan,” ujarnya.
Dalam suasana riang gembira anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae berfoto bersama anak-anak penghuni Panti Asuhan di Biara Somascan di Cimpar di salah satu situs rohani yang ada di kompleks Biara Somascan, Ruteng, Minggu, 18 Januari 2026 siang. (Foto: RD JEAN)
Setelah perayaan
ekaristi, anak-anak SEKAMI mengadakan bina persaudaraan dengan anak-anak panti.
Diawali dengan sesi perkenalan dari anak-anak panti. Kemudian, acara rekreasi
bersama berupa penampilan acara paduan suara dan dance kreatif dari anak-anak
panti. Dalam perjumpaan persaudaraan ini, RD. Jean dan tim pendamping SEKAMI
memberikan bingkisan kasih untuk anak-anak panti.
Bingkisan kasih
tersebut terdiri atas sembako, perlengkapan mandi, dan pakaian layak pakai.
Kado-kado dari anak SEKAMI untuk bayi Yesus pada pesta Kanak-Kanak Yesus, 27
Desember 2025 lalu dikumpulkan dan diserahkan kepada anak-anak panti. Kemudian,
uang derma dari umat pada kegiatan kunjungan tiga raja digunakan untuk membeli
bahan makanan bagi anak-anak panti.
Nilda, seorang tim
pendamping SEKAMI Lumen Gratiae, mengatakan pemberian bingkisan kasih tersebut
untuk anak-anak panti dan mungkin tidak seberapa. “Jangan melihat jumlah
pemberian kami, tetapi rasakanlah hati kami yang tulus-iklas untuk memberikan
apa yang kami miliki,” ungkapnya.
Panti Asuhan ini didirikan dalam spirit pendiri St. Hieronimus Emilianus dan pelindung Bunda Maria. Orang Kudus itu merupakan teladan dalam membagi kasih, terutama untuk anak-anak miskin dan terlantar. Setiap ytanggal 27 September dirayakan Pesta Bunda Maria Yatim Piatu. Panti asuhan ini dikelola oleh 2 orang imam, dan seorang frater. Saat ini terdapat 21 anak penghuni panti terdiri dari siswa 9 anak yang bersekolah di SD, 10 siswa SMP, dan 2 siswa SMA. Pihak panti menanggung biaya pendidikan mereka sampai jenjang SMA. Komunitas ini juga memiliki usaha produktif yakni beternak babi dan kambing.
Anak-anak penghuni Panti Asuhan Biara Somascan dan anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae bersama para pendamping dan RD Jean Loustra Jewadut berfoto bersama dalam kegembiraan di dalam Kapel Biara Somascan saat kunjungan persaudaraan. (Foto : RD JEAN)
Fr. Fandi, CRS
pendamping anak-anak panti asuhan ini mengatakan, keluarga besar panti asuhan Biara
Somascan sangat bersyukur dan berterima ksih atas kunjungan anak-anak SEKAMI
Paroki Katedral. “Komunitas ini bersyukur dan bersukacita bersama semua anak
SEKAMI Paroki Katedral. Kedatangan kalian semua telah membawa kebahagiaan bagi
kami semua di sini,” ucapnya.
Pastor Paroki Katedral
Ruteng RD Antonius Ryanto Latu Batara, berbincang dengan media ini mengatakan,
sebagai paroki sulung atau paroki “mbaru gendang” di Keuskupan Ruteng, pendampingan
terhadap anak-anak SEKAMI dan anak-anak yang tergabung dalam kelompok kategorial
lainnya sejak dini diarahkan juga untuk mengajak mereka menyadari panggilan hidup
mereka untuk menolong sesama yang membutuhkan perhatian.
“Kepedulian sosial
penting ditanamkan sejak anak usia dini, termasuk mereka yang bergabung dalam
SEKAMI agar dalam kehidupan mereka terbangun sikap peduli dan menghargai sesama
khususnya yang membutuhkan perhatian kasih. Di tahun Sinodal 2026 ini gerakan
belarasa seperti ini juga menjadi bagian dari perhatian dan akan terus mewarnai
ziarah bersama umat Paroki Katedral,” kata RD Andi.