Bacaan Injil dan Renungan Harian Katolik Selasa 5 Oktober 2021

Maria dan Marta adalah tokoh yang terkenal dalam karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Dalam injil Yohanes Marta dan Maria bersama Lazarus saudara mereka amat disayangi oleh Yesus (bdk. Yoh 11:1-14). Mereka tinggal di Betania, sebuah desa kecil di sebelah timur Yerusalem.

Pekan Biasa XXVII, Warna Liturgi Hijau

Bacaan Pertama: Yunus 3:1-10

Mazmur Tanggapan: Mazmur 130:1-4ab.7-8

Bacaan Injil: Lukas 10:38-42

Bacaan 1: Yunus 3:1-10

Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih.

Untuk kedua kalinya Tuhan Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke iniwe, sesuai dengan sabda Allah.Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur: 130:1-4ab.7-8

Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

  • Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
  • Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
  • Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bacaan Injil Selasa 5 Oktober 2021: Lukas 10:38-42

Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik.

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik Selasa 5 Oktober 2021

Maria dan Marta adalah tokoh yang terkenal dalam karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Dalam injil Yohanes Marta dan Maria bersama Lazarus saudara mereka amat disayangi oleh Yesus (bdk. Yoh 11:1-14). Mereka tinggal di Betania, sebuah desa kecil di sebelah timur Yerusalem.

Pada saat kedatangan Yesus ke rumah Marta, Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan Yesus. Pada saat itu Yesus memberikan pengajaranNya bagi orang-orang yang ada dirumah itu. Martha melayani Yesus dan para muridNya. Martha sibuk dengan mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka menghormati orang besar yang berkenan berkunjung ke rumahnya. Sampai-sampai Marta tidak sempat mendengarkan pengajaran dari Yesus.

Karena hanya martha seorang yang sibuk sedang Maria saudarinya tidak, ia pub menegur Yesus yang tidak menganjurkan Maria membantu Marta. Namun, Yesus tidak menegur Maria, sebaliknya malah menegur Marta! Yesus pun berkata: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,…” (lih. Luk 10:41). Jawaban Yesus ini menunjukkan bahwa pertanyaan maupun perintah yang disampaikan oleh Marta itu tidak benar, kemungkinan datang hati yang lelah karena pelayanannya. Marta terlalu sibuk memikirkan pelayanan yang seharusnya dilaksanakan oleh tuan rumah bagi tamunya. Marta belum menyadari bahwa bagian pelayanan yang dilakukan oleh Maria adalah baik atau tidak.

Kisah ini mengajak kita untuk memeriksa apa yang kita utamakan dalam kita mengikut Yesus. Baik melakukan perbuatan baik demi Yesus maupun memelihara hubungan intim dengan Yesus dalam doa dan perenungan firman, keduanya baik dan penting.

Kita pun demikian. Ada banyak orang yang mengambil posisi seperti Marta. Mereka aktif di Gereja dengan berbagai kegiatan. Tetapi dalam kegiatan itu, mereka tidak menerima pengajaran dari Tuhan. Yesus menegor Marta dengan kesibukannya. Ia tidak tahu bahwa dialah sesungguhnya yang harus dilayani lebih dahulu, bukan Tuhan Yesus.

Kita memiliki banyak kesempatan yang memungkinkan kita untuk datang dan duduk di dekat kaki Yesus. Namun kadang itu bukan yang menjadi prioritas kita. Bisa jadi menurut kita masih ada banyak hal yang harus didahulukan dan diprioritaskan. Maka tak heran kadang ada komentar miring yang muncul, hanya mengingat Tuhan di saat-saat sakit tapi di saat sehat Tuhan dinomorduakan.

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa kami Yang Maharahim, Engkau menawari kami hidup dan keselamatan dan memanggil kami kembali bila tersesat. Bangunlah kembali hati dan semangat kami, bukalah mata kami terhadap kebutuhan zaman sekarang, singkirkanlah kejahatan dan penuhilah kami dengan kekuatan Roh-Mu yang membawa kebebasan. Amin.

LINK TERKAIT