Bantuan untuk Umat Korban Gempa di Paroki Katedral Terus Disalurkan

DPP Katedral Ruteng bergerak cepat pasca bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores. Ratusan umat yang menjadi penyintas bencana yang terjadi pada akhir pekan ke-2 Bulan Agustus itu, mendapat bantuan sembako yang disalurkan melalui berbagai posko yang ada. Tak hanya itu, tim Caritas terus mengadakan pendataan guna mendapat angka riil keluarga-keluarga yang layak mendapatkan perhatian.

Vikaris Parokial Katedral RD Christian Sonny Igar dan Tim Caritas saat membawa bantuan sembako kepada umat Paroki Karedral yang menjadi penyintas bencana gempa bumi 15 Agustus 2026. (Foto: CARITAS PKR)

KATEDRALRUTENG.ORG - Bencana alam gempa bumi 7,7 SR yang melanda Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 telah meluluhlantakkan ribuan bangunan, menelan korban jiwa, dan ribuan lainnya mengungsi. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya telah terjadi 3394 gempa bumi susulan, sebanyak 71 orang meninggal, dan 59 ribu orang mengungsi. Tragedi kemanusiaan ini menjadi perhatian dunia dan berbagai bantuan dari pemerintah dan non-pemerintah terus mengalir masuk ke pulau ini.

Di Paroki Katedral Ruteng, tercatat, sementara ini terdapat lebih dari 300 rumah milik umat yang mengalami kerusakan berat maupun ringan. Data resmi yang diperoleh media ini dari Tim Caritas DPP Katedral memastikan, bahwa jumlah kepala keluarga yang mengalami kerusakan tempat tinggal (rumah) masih akan bertambah seiring dengan informasi terkini (terbaru) yang terus dikirim dari para pengurus 116 KBG yang ada di paroki tersebut.


Salah satu keluarga penyintas bencana gempa bumi yang ada di Paroki Katedral Ruteng saat menerima bantuan sembako dari DPP Katedral Ruteng. Saat ini Tim Caritas terus melakukan pendataan untuk penyaluran bertahap bantuan yang dibutuhkan oleh umat. (Foto: CARITAS PKR)

Ketua Pelaksana DPP Katedral Simon Manggu menjelaskan, data umat yang mengungsi akibat gempa bumi menjadi perhatian DPP disamping ratusan umat yang mengalami kerusakan rumah. "Untuk saat ini, sebagai tanggap darurat bagi umat Paroki Katedral kami menyalurkan sembako karna itu yang paling dibutuhkan sesuai dengan masukan dari pengurus KBG. Penyaluran bantuan ini sudah mulai dilakukan sejak tanggal 17 Agustus dengan berbasiskan data yang sudah masuk," kata Simon.

Gerakan Bersama

Ketua Seksi Caritas DPP Katedral Christin Br.Tarigan dalam keterangannya kepada media ini mengatakan, bantuan sembako yang disalurkan tersebut berasal dari sejumlah donatur dalam bentuk beras, sementara bahan kebutuhan pokok lainnya diadakan atau dibelanjakan oleh paroki. "Kita inginkan untuk saat ini, semua bantuan sembako bisa tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Umat paroki yang menjadi penyintas bencana gempa bumi membutuhkan bantuan ini," ujar Christin.


Tim Caritas DPP Katedral bersama Vikaris Parokial RD Sonny Igar saat menyambangi salah satu posko atau tenda darurat yang dibuat oleh umat di Ngencung Wilayah XIV. Wilayah ini berada paling timur Paroki Katedral Ruteng dan bantuan sembako telah pula disalurkan hingga ke tempat ini. (Foto: CARITAS PKR)

Pantauan media ini, tim Caritas bersama 2 Vikaris Parokial Katedral, RD Sonny Igar dan RD Jean Loustar Jewadut selama tiga hari berturut-turut mengadakan penyisiran ke KBG-KBG yang menyediakan posko penampungan umat yang memilih mengungsi untuk sementara waktu, baik akibat rumahnya tak bisa ditinggali lagi (rusak berat) maupun yang menghindari gempa susulan.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan belarasa untuk semua umat yang terdampak gempa bumi. Gerakan kepedulian ini menjadi gerakan bersama. Kita berupaya agar umat yang menjadi korban gempa bumi, baik yang ada di tenda-tenda maupun yang masih memiilih tinggal di rumah yang mengalami kerusakan dan belum mendapatkan bantuan, itu yang menjadi prioritas," kata RD Jean, Jumat, 21 Agustus 2026.

Gerakan tanggap bencana ini, lanjut RD Jean merupakan bentuk kehadiran Gereja untuk membantu umat. Selain hadir untuk membawa bantuan sembako, Gereja dalam diri para Imam hadir juga untuk berdoa bersama umat. "Kami mendoakan agar para keluarga yang menjadi korban gempa bumi diberikan kekuatan dan bagi yang sedang sakit memperoleh kesembuhan."

Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, ada 13 KBG di 10 Wilayah yang telah dikunjungi tim Caritas bersama para imam untuk menyalurkan bantuan sembako berupa beras, telur, mie instan, dan air minum. Wilayah yang telah mendapatkan kunjungan, di antaranya Samaria, Tiberias, Kapernaum, Karmel, Tabor, Emaus, Tiberias, dan Betania. 


Para penyintas bencana gempa bumi bahagia saat menerima bantuan sembako dari DPP Katedral Ruteng yang diantar langsung oleh para imam dan tim Caritas. Bantuan ini diarahkan ke posko-posko yang dibangun oleh umat di KBG-KBG atau Wilayah dan diharapkan bisa meringankan penderitaan mereka. (Foto: CARITAS PKR)

Ketua Pelaksana DKP Katedral Vinsensius Marung dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan, dalam kondisi pasca bencana gempa bumi yang juga melanda umat Paroki Katedral, diharapkan terbangun sikap solidaritas dari sesama termasuk dalam bentuk dukungan bantuan logistik sembako dan berbagai kebutuhan lainnya, seperti terpal dan selimut.

"Sembako masih menjadi permintaan paling banyak yang dibutuhkan oleh keluarga-keluarga yang terdampak gempa bumi, karna ada yang rumahnya rusak. Kami mengajak semua pihak untuk mari kita bersama-sama membantu mereka yang membutuhkan bantuan dan perhatian kita," ujar Vinsen. [Jimmy Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT