
Sebuah acara khusus diadakan oleh Pastor Paroki, Vikaris Parokial, DPP-DKP Paroki Katedral Ruteng dalam rangka perutusan RD Blasius Harmin ke tempat tugasnya yang baru. Perjumpaan penuh persaudaraan ini juga menjadi nostalgia yang berkisah ulang tentang jejak bhakti RD Blasius di tengah umat paroki Katedral yang akan selalu dikenang.
RD Blasius Harmin saat menerima Tanda Kasih dari DPP dan DKP Paroki Katedral yang diserahkan secara bersama oleh Simon Manggu, Vinsen Marung dan Pastor Paroki Katedral RD Andi Latu Batara.
KATEDRALRUTENG.ORG – Dewan Pastoral
Paroki (DPP) Paroki Katedral Ruteng mengadakan acara perutusan RD Blasius
Harmin ke tempat tugasnya yang baru di Paroki Santu Klaus Kuwu. Gelar makan
malam bersama yang diadakan di ruangan Pastoran di kompleks Gereja Katedral,
Minggu, 1 Februari 2026 petang itu, berlangsung dalam suasana persaudaraan.
Pada acara yang
berlangsung dari sore hingga malam hari ini hadir Pastor Paroki Katedral Ruteng
RD Antonius Ryanto Latu Batara, Vikaris Parokial RD Christian Sony Igar dan RD
Jean Loustar Jewadut, Ketua Pelaksana DPP Simon Manggu dan para Wakil Ketua Pelaksana,
Ketua Pelaksana DKP Vinsensius Marung dan anggota DKP, perwakilan kelompok
rohani dan kategorial, sejumlah tamu undangan, keluarga RD Blasius, dan pegawai
paroki.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana DPP Simon Manggu mengatakan selama empat setengah tahun berkarya di Paroki Katedral sebagai Vikaris Parokial, ada banyak karya pastoral dan kenangan yang ada di hati umat. “Umat paroki Katedral bangga memiliki imam yang telah melayani dengan baik seperti yang ditunjukkan oleh Blas selama ini. Seperti yang disampaikan oleh Romo Andi, pastor paroki Katedral, kami semua tentu merasa kehilangan namun tetap satu hati dalam doa dan karya-karya,” kata Simon.
Suasana saat dilangsungkannya acara Perutusan RD Blasius Harmin ke tempat tugasnya yang baru di Paroki Santu Klaus Kuwu yang dilaksanakan di Pastoran Paroki Katedral, Minggu malam, 1 Februari 2026. (Foto: SEKERTARIAT PKR)
Simon juga
mengungkapkan, rasa kehilangan itu, salah satunya, RD Blasius selama ini dikenal aktif
membuat konten-konten video yang mengangkat kegiatan-kegiatan atau acara yang ada di paroki Katedral Ruteng melalui platform digital Youtube. “Ini salah satu karya Romo Blas yang
bisa dilihat oleh semua orang,” ucapnya.
Tidak Ada 'Zona Nyaman' untuk Seorang Imam
RD Blasius yang juga
menjabat Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng pada kesempatan ini mengatakan,
pertemuan dan perpisahan dalam karya pastoral di paroki-paroki merupakan hal
yang sering ia lewati, ada rasa kehilangan, rasa haru, bahkan sedih namun
semuanya menjadi bagian dari pengabdian sebagai seorang imam.
“Tidak ada zona nyaman
untuk seorang imam. Biasanya kita cenderung senang berada di zona nyaman, apalagi
kalau sudah merasa aman di suatu tempat. Seorang imam harus ditantang terus dan
harus bersedia ditempatkan di mana saja,” ungkap RD Blasius.
Imam yang pernah berkarya 10 tahun di Keuskupan Bogor, ini menambahkan ia merasa bahagia dan bersyukur selama ini hidup dalam sebuah komunitas yang saling mengerti, saling mendukung, saling memahami dan menguatkan sejak jaman Pastor Paroki RD Bene Bensi, RD Gabriel Harim, dan RD Andi Latu juga para Vikaris Parokial yang pernah bersama.
“Suatu kebersamaan yang luar
biasa. Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk semua rekan imam yang pernah
bersama-sama di sini,” ucapnya.
RD Blasius juga menyampaikan terima kasih atas berbagi kerja sama yang baik dengan DPP-DKP sejak dipimpin Erlan Yusran hingga Simon Manggu, juga Ketua Pelaksana DKP Vinsen Marung, kelompok kategorial dan kelompok rohani. “Luar biasa yang saya rasakan selama berada di paroki Katedral ini. Setiap paroki yang pernah saya bertugas semuanya mempunyai kekhasannya masing-masing,” tambahnya.
Perwakilan dari WKRI DPC Paroki Katedral Ruteng berfoto bersama RD Blasius Harmin sesaat setelah menyerahkan bingkisan kenangan dalam acara Perutusannhya ke tempat tugas yang baru, Minggu malam, 1 Februari 2026. (Foto: SEKERTARIAT PKR)
Umat Paroki Katedral,
lanjut dia, sangat mencintai pastornya. Hal itu dirasakannya dari KBG-KBG yang
dikunjungi, di mana ada keramahan dan juga hormat ketika dikunjungi para imam. “Umat paroki
Katedral sangat mencintai kami para pastor. Kami merasakan cinta umat kepada
para pastornya di paroki ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini,
juga dilakukan acara penyerahan cinderamata sebagai tanda kasih kepada RD
Blasius yang diserahkan oleh pastor paroki Katedral RD Andi, bersama Simon
Manggu dan Vinsen Marung, ada pula dari WKRI, PPA, SEKAMI, dan dari sejumlah
orang yang mengikuti acara tersebut.
RD Andi Latu Batara mengatakan,
rasa kehilangan merupakan isi hati dari semua orang yang ada di Paroki Katedral
dan dalam rasa kehilangan karena perutusannya untuk tempat tugas yang baru, ada banyak kenangan yang berkesan di hati semua orang selama ia
berkarya di tengah umat paroki ini.
“Kebersamaan dalam acara Perutusan ini menjadi
salah satu tanda kasih dan dukungan doa kami semua, selalu dan tak putus untuk
karya-karya Romo Blasius di Paroki Kuwu. Romo Blas kalau setiap ada di PusPas
mengurus Komisi Keluarga, sering-seringlah datang ke sini, kami selalu gembira
dan semua pintu pastoran ini selalu terbuka,” kata RD Andi disambut tepuk
tangan semua peserta acara.