
RD Christian Sonny Igar, Vikaris Parokial Katedral Ruteng memberikan pembekalan guna peningkatan kapasiitas OMK dalam membangun mutu personal termasuk mengasah penggilan hidup bersama dalam komunitas kaum muda. Dia mengajak OMK untuk mewujudkan diakonia di tengah dunia yang membutuhkan kasih.
RD Christian Sonny Igar, disapa Romo Sony saat sedang memberikan materi penguatan kapasitas OMK Lumen Gratiae di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, dalam mengisi Hari Valentine.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Dalam kegiatan weekend sinodal di rumah ret-ret Maria Bunda Karmel, Wae
Lengkas, selain melakukan kegiatan bersama, juga dibuat kegiatan masing-masing
kelompok. Tema umum kegiatan masing-masing kelompok ialah peningkatan
kapasitas. RD. Sony Igar, Pastor rekan Katedral menjadi narasumber bagi
kelompok OMK dan Soenardi Jempao menjadi narasumber bagi tim pendamping SEKAMI.
Dalam
paparan materinya, RD. Sony menegaskan satu nilai penting bagi OMK yaitu
diakonia. Diakonia adalah panggilan untuk melayani dan mengabdi sesama,
terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan. OMK juga hadir untuk memberikan
pelayanan bagi sesama yang membutuhkan.
Secara
internal, setiap kelompok organisasi biasanya bersifat heterogen, baik dari
segi usia, pekerjaan, dan hobi. Pengurus harus hadir sebagai pribadi yang bisa
mengayomi dan mengorganisir setiap anggota dengan karakter yang berbeda. “Salah
satu bentuk pengayoman ialah pengurus membagi tugas kepada setiap anggota
sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap anggota. Tugas ini mesti dijalankan
secara baik sebagai suatu bentuk pengembangan diri,” jelas RD. Sony.
RD. Sony juga menegaskan dua hal penting yang harus dimiliki oleh pengurus, yaitu manajemen kelompok dan manajemen konflik. Manajemen kelompok adalah kemampuan untuk mengatur anggota sehingga dipastikan setiap anggota saling bekerja sama secara efektif dan efisien. Lebih lanjut, manajemen konflik adalah kemampuan untuk mengolah dan menyelesaikan secara bijak konflik yang terjadi dalam organisasi.
Salah satu kegiatan simulasi dan permainan untuk penguatan kapasitas para pendamping SEKAMI Lumen Gratiae Paroki Katedral Ruteng di Rumah Retret Maria Bunda Karmel, Wae Lengkas Ruteng.
“Konflik
bisa saja terjadi karena ada perbedaan pendapat di antara anggota organisasi.
Jangan jadikan konflik sebagai alasan perpecahan, tetapi konflik mesti diolah
secara bijak agar tidak ada pihak tertentu yang dikorbankan,” kata RD. Sony.
Di
tempat yang berbeda, Soenardi Jempao mengajak tim pendamping SEKAMI untuk
belajar melihat Kristus dalam diri anak-anak SEKAMI. Dengan cara seperti ini,
pembina akan menyambut anak-anak dengan penuh sukacita dan menciptakan ruang
yang nyaman bagi pengembangan iman anak-anak SEKAMI.
Komitmen
doa, derma, kurban, kesaksian (2D2K) juga mesti tetap terpelihara dalam diri
para pembina SEKAMI. “Pembina SEKAMI menjadi pendoa bagi anak-anak. Selain
berdoa, harus ada kerelaan untuk memberikan waktu dan tenaga sebagai bentuk
derma bagi anak-anak. Derma hanya dapat diberikan secara tulus jika pembina SEKAMI
berani mengorbankan ego pribadi. Ini adalah sebuah bentuk kesaksian Injili
untuk anak-anak,” jelas Soenardi Jempao. Di akhir acara peningkatan kapasitas,
tim pendamping sekami mengadakan acara tukar kado Valentine.