
Ribuan umat paroki Katedral Ruteng memadati 7 perayaan misa Hari Rabu Abu yang digelar di 2 gereja, yakni Katedral dan Gereja Santu Yosef. Misa yang dikawal PAMDAL berjalan lancar dan khidmat dihadiri pelajar, mahasiswa, para religius, dan umat yang mulai memasuki masa Prapaskah ditandai penandaan dengan abu pada dahi.
RD Earlich Hearbert sedang memberkati abu yang akan digunakan untuk menandai dahi semua umat yang hadir Misa Hari Rabu di Gereja Katedral Ruteng, 19 /2/2026.
KATEDRALRUTENG.ORG – Paroki Katedral
menggelar 7 perayaan misa Hari Rabu Abu yang dilaksanakan di 2 lokasi, yakni di Gereja Katedral
Santa Maria Diangkat ke Surga dan di Gereja Devosional Santu Yosef. Ribuan umat
memadati seluruh jadwal misa ini dan sebagian lainnya mengikuti jalannya misa
dari luar gereja.
Di Gereja Katedral misa digelar pukul 05.30, Pukul 07.30, pukul 10.00, pukul 12.00, dan pukul 16.00. Sementara di Gereja Devosional Santu Yosef misa dilaksanakan 2 kali yakni pukul 07.00 dan pukul 09.00. Selain dihadiri oleh para siswa sekolah-sekolah yang ada di wilayah paroki ini, misa juga dihadiri ribuan umat, dan para religus dari berbagai kongregasi yang berkarya di paroki Katedral.
Anggota PAMDAL sedang menjaga kelancaran jalannya perayaan Misa Hari Rabu Abu di Gereja Katedral Ruteng, 18 Februari 2026. (Foto: SEK. PKR)
Saat memimpin misa ke-3
pukul 12.00 di Gereja Katedral, RD Earlich Hearbert, dalam homilinya
mengatakan, masa Prapaskah merupakan kesempatan yang berahmat bagi semua orang
Katolik untuk semakin memperdalam iman dan ketaatan kita kepada Allah,
khususnya dalam sikap yang konkrit dan sederhana dalam puasa, amala, dan doa yang
tulus.
“Hari ini kita mengawali perjalanan iman kita dalam masa Prapaskah. Dahi kita akan ditandao dengan abu sebagai simbol yang menyadarkan kita akan kerapuhan sebagai probadi yang berdosa, yang selalu membutuhkan rahmat dan pemeliharaan Tuhan agar kita dapat selalu berbuah dalam kebaikan kepada sesama,” kata RD Earlich.
RD Earlich dan RD Jean Loustar Jewadut saat sedang memberikan pelayanan penandaan abu pada dahi ribuan umat yang menghadiri misa ke-3 Hari Rabu Abu di Gereja Katedral Ruteng, 18 Februari 2026. (Foto: SEK. PKR)
Pastor Paroki Katedral
Ruteng RD Antonus Ryanto Latu Batara kepada media ini mengatakan, dengan
dijadwalkannya 7 perayaan misa pada Hari Rabu tersebut, diharapkan semua umat dapat
mengambil bagian dan disesuaikan dengan waktu yang bisa dipilih sendiri dari
pagi hingga petang hari. Ia juga mengajak umat memasuki masa Prapaskah dengan
mengharapkan Kerahiman Tuhan agar masa Prapaskah memberikan berkat.
“Masa retret agung
Prapaskah ini semoga dialami semua orang sebagai rahmat Tuhan sehingga pada Hari
Paskah nanti kita semua sungguh mengalami ‘kebangkitan’ di mana hidup
kita diliputi semangat yang baru untuk menjadi saksi tentang indahnya Kasih Tuhan
di dalam seluruh peziarahan hidup kita, khususnya di Tahun Sinodal 2026 ini,”
ujar RD Andi.