
Tim pendamping Putra-Putri Altar (PPA) dan anggota PPA tujuh paroki dalam kota Ruteng, berkumpul di aula St. Yosef, Paroki Katedral. Kegiatan yang berlangsung setegah hari itu dihadiri oleh 125 peserta. Dalam surat undangan yang dikeluarkan oleh Paroki Katedral sebagai tuan rumah, setiap paroki mengutus 13 orang, dengan rincian 3 orang tim pendamping PPA dan 10 orang PPA senior.
Peserta dari 7 paroki sekoat Ruteng yang mengikuti Bina Persaudaraan berfoto bersama disela kegiatan mereka di Aula St. Yosef Katedrak, 20 Maret 2026.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Kegiatan yang yang digelar Jumat, 20 Maret 2026, ini diberi nama Bina Persaudaraan
dan Peningkatan Kapasitas bertujuan mempererat tali persaudaraan di antara
anggota PPA serta menambah wawasan dan keterampilan dalam melayani altar Tuhan,
khususnya selama Pekan Suci yang akan datang.
“Bina persaudaraan dan peningkatan kapasitas ini menjadi kesempatan berahmat bagi anggota PPA untuk saling mengenal, mempererat persaudaraan, serta berbagi pengalaman dalam pelayanan di paroki masing-masing. Pelayanan yang dibuat oleh PPA dalam kegiatan Gereja bukan hanya tentang kegiatan, melainkan juga tentang menanamkan pengetahuan, iman, kasih, dan semangat pengorbanan dalam diri masing-masing,” jelas RD. Andy Latu Batara, Pastor Paroki Katedral dalam kata sambutannya.
RD Jean Loustar Jewadut saat memberikan materi dalam kegiatan Bina Persaudaraan dan Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping dan anggota PPA 7 Paroki Sekota Ruteng di Aula Santu Yosef Katedral, Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: IST)
Saling
belajar di antara anggota PPA menjadi input berharga untuk terus berkarya dalam
pelayanan. Dalam sesi sharing pelayanan PPA di paroki masing-masing, setiap utusan
dari paroki diperkaya. Sesi sharing yang berlangsung selama 45 menit ini
melahirkan banyak inspirasi yang membakar semangat untuk terus menumbuhkan
persaudaraan dan semangat pengorbanan dalam diri PPA.
“Kegiatan
PPA di Paroki Cewonikit tidak hanya diisi dengan pelayanan altar, tetapi juga
pelayanan sosial yang nyata dalam tindakan berbagi kasih dengan anak-anak panti
asuhan,” ungkap perwakilan PPA Paroki Cewonikit. “Anggota PPA juga dilatih
untuk membuat rosario, membuat kerajinan tangan dari sampah, mengunjugi orang
sakit, dan mengunjungi paroki lain untuk membina persaudaraan,” tambah perwakilan
PPA Paroki St. Nikolaus, Golo Dukal.
Kegiatan ini menjadi semakin menarik dan menambah wawasan karena kehadiran RD. Andy Jeramat (Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng), RD. Jean Loustar Jewadut (Moderator PPA Lumen Gratiae Paroki Katedral), dan Sebinus (Penyuluh Agama Paroki Katedral) yang membawakan workshop dan simulasi melayani altar saat Pekan Suci.
Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng RD Andy Jeramat saat tampil memberikan pembekalan kepada semua peserta dari 7 paroki sekota Ruteng dalam acara Bina Persaudaraan dan Peningkatan Kapasitas Putra-Putri Altar di Aula santu Yosep kompleks Gereja Katedral, Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: IST)
Dalam
paparannya, RD. Jean mengajak PPA menjadi pendamping bagi adik-adik Sekami.
“Dalam bina iman mingguan bagi adik sekami, PPA dapat menjadi
animator/animatris untuk membawa adik sekami kepada pengalaman akan kasih
Tuhan. PPA dan sekami sama-sama membaca dan merenungkan Kitab Suci. Lalu
berusaha menghayatinya dalam kehidupan bersama,” tutur RD. Jean.
Selain
itu, RD. Jean juga menawarkan agar satu minggu dalam satu bulan dibuat kelas
pembinaan berdasarkan bakat dalam diri masing-masing PPA dan Sekami. “Tawaran
kelas pembinaan bervariasi. Mulai dari public speaking, olah vokal,
teater, seni tari, fotografer, dan masih banyak lagi. Setiap anak berusaha
mengenal bakat masing-masing dan melibatkan diri dalam kelas pembinaan. OMK
yang punya bakat bisa dilibatkan sebagai fasilitator dalam kelas pembinaan,”
tambah RD. Jean.
RD. Andy Jeramat menjelaskan materi tentang pelayanan altar selama Pekan Suci. Setelah menjelaskan banyak teori tentang Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah, RD. Andy mengajak PPA untuk melakukan simulasi ajuda pada Jumat Agung. “Sadarlah bahwa adik-adik semua dipakai oleh Tuhan untuk melayani altar-Nya. Maka, penting untuk menjaga sikap-sikap liturgi dalam melayani altar. Selain itu, pengenalan akan busana dan perlengkapan liturgi serta makanya juga sangat penting,” harap RD. Andy, Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng.
Suasana saat dilangsungkannya kegiatan Bina Persaudaraan dan Peningkatan Kapasitas PPA yang diikuti utusan dari 7 paroki Kota Ruteng di Aula Santu Yosef Paroki Katedral Ruteng, Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: IST)
Sebinus
memberikan gambaran umum tentang pelaksanaan Sinode IV Keuskupan Ruteng dan
mottonya yaitu “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara,
Misioner”. “PPA berjuang untuk mewujudkan harapan sinode IV Keuskupan Ruteng.
Dalam kegiatan ini, kita dikumpulkan sebagai saudara seiman untuk saling
diperkaya dalam melaksanakan karya misioner,” ungkap Bapak Sebinus, Penyuluh
Agama Katolik di Paroki Katedral.
“Kami
berterima kasih kepada 6 paroki dalam kota Ruteng karena sudah menanggapi
secara baik undangan kami untuk mengadakan bina persaudaraan dan peningkatan
kapasitas anggota PPA dalam kota Ruteng. Ini adalah suatu bentuk upaya berjalan
bersama untuk membangun semangat pelayanan dan pengorbanan dalam diri PPA.
Sejak usia dini kita mesti dibekali dengan pendalaman iman, moral, dan kasih
agar kelak kuat menghadapi tantangan zaman. Masa depan Gereja ada pada pundak PPA
yang masih sedang bertumbuh dan berkembang,” tutur RD. Jean.