
Mewujudkan semangat solidaritas kepada orang – orang sakit yang mengambil inspirasi pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 tahun ini bahwa orang sakit adalah sesama yang mesti diperhatikan dan disayangi, SEKAMI Lumen Gratiae mengadakan kunjungan kepada orang sakit dalam wilayah paroki. Mereka mengajak semua orang untuk membangun sikap solider: memperhatikan orang sakit dengan penuh kasih.
Pendamping dan anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae Paroki Katedral berfoto bersama dengan orang sakit yang mereka kunjungi dalam wilayah Paroki ini.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Minggu, 22 Februari 2026, 15 orang tim pendamping dan 65 anak SEKAMI Lumen
Gratiae Paroki Katedral Ruteng lakukan kunjungan ke rumah orang sakit. Sebanyak
20 rumah umat yang sakit yang berada di sekitaran Gereja Paroki dikunjungi
dalam kegiatan ini.
“Kegiatan
ini menjadi upaya menindaklanjuti pesan Paus Leo XIV pada hari orang sakit
sedunia ke-34 tahun ini yang menegaskan bahwa orang sakit adalah sesama yang
mesti diperhatikan dan disayangi, bukan beban yang mesti kita pikul dalam hidup
ini. Selain itu, kegiatan ini juga penting untuk menumbuhkembangkan rasa peduli
dalam diri anak usia dini terhadap orang sakit,” kata RD. Jean Loustar Jewadut,
Romo Moderator SEKAMI.
Dalam
kegiatan kunjungan ini, 65 anak SEKAMI dibagi ke dalam 6 kelompok. Setiap
kelompok didampingi oleh 2-3 orang kakak pendamping. Sekalipun diguyur hujan
yang cukup lebat, semangat tim pendamping dan anak SEKAMI untuk mengunjungi
umat yang sakit tidak padam. Pemandangan yang amat menarik, 1 payung melindungi
2 anak SEKAMI dari guyuran air hujan.
“Saya
terharu melihat semangat anak SEKAMI. Mereka berjuang untuk mengunjungi umat
yang sakit sekalipun hujan dan dingin. Sungguh, benar Sabda Yesus “Jika engkau
tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, engkau tidak akan masuk Kerajaan
Allah”. Dari anak kecil, kita belajar kepolosan, kejujuran, pengorbanan, dan
tidak banyak perhitungan untung-rugi,”jelas Oma Mina, tim pendamping senior SEKAMI
Katedral.
Kegiatan
kunjungan ini diisi dengan menyanyi bersama, berdoa bersama, dan pemberian
bingkisan sederhana persembahan kasih anak SEKAMI kepada umat yang sakit.
Nyanyian merdu dan gerakan anak SEKAMI menciptakan senyuman indah di wajah
Bapak dan Mama yang sedang sakit. Kepolosan dan kejujuran dalam berdoa memberi
kekuatan bagi Bapak dan Mama yang sedang sakit. Bingkisan kasih sekalipun kecil
dan sederhana meyakinkan Bapak dan Mama yang sedang sakit bahwa mereka tidak
pernah sendirian dalam hidup ini.
“Kami
hadir untuk mendoakan dan menghibur Bapak dan Mama yang sedang sakit. Bapak dan
Mama tidak pernah sendirian. Kami juga belajar banyak hal dari Bapak dan Mama
yang sakit, terkhusus nilai kesabaran, tidak putus asa, dan terus berharap akan
rahmat kesembuhan,” ungkap Lydia, pendamping SEKAMI.
Pastor
Paroki Katedral, RD. Andy Latu Batara mengapresiasi program kerja Seksi Anak
dan Remaja untuk mengunjungi rumah orang sakit. RD. Andy menegaskan bahwa
menyempatkan waktu untuk mengunjungi orang sakit memang terkesan sederhana,
namun punya makna yang sangat mendalam bagi orang sakit yang dikunjungi. Mereka
merasa disapa, dihargai, disayangi, dan diperhatikan.
“Inilah
makna iman yang sesungguhnya: Ketika doa dan misa berbuah dalam karya kasih dan
perhatian kepada sesama yang sakit. Biarlah kegiatan seperti ini terus
dipertahankan agar kepedulian anak-anak terhadap sesama yang menderita semakin
hari semakin diasah,” kata RD. Andy.