
Dalam kegiatan Bina Persaudaraan tim pendamping SEKAMI tujuh paroki dalam kota Ruteng, Minggu, 8 Maret 2026, RD. Jean mempresentasikan materi tentang katekese untuk anak SEKAMI. Dalam paparannya, RD. Jean menegaskan bahwa katekese adalah suatu bentuk karya pewartaan kepada umat. Pihak yang mengemban tugas pewartaan bukan hanya kaum tertahbis, Frater, Bruder, dan Suster, melainkan tugas semua umat beriman karena penerimaan Sakramen Baptis.
RD Jean Loustar Jewadut dan para pendamping SEKAMI 7 Paroki Kota Ruteng berfoto bersama dalam acara Bina Persaudaraan Tim Pendamping SEKAMI di Aula St. Yosep kompleks Gereja Katedral Ruteng, Minggu 8/3/2026.
KATEDRALRUTENG.ORG
- “Dengan menerima Sakramen Baptis, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan
mengemban tri tugas Kristus yaitu sebagai Imam, Nabi, dan Raja. Katekese adalah
suatu bentuk perwujudan tugas kita sebagai nabi,” kata RD. Jean, imam yang
memiliki nama lengkap RD Jean Loustar Jewadut, dalam acara yang dihadiri lebih
dari 70 peserta tersebut.
Bahan
katekese yang akan disampaikan oleh tim pendamping SEKAMI mengikuti bahan
katekese yang sudah dihasilkan oleh tim penyusun di Puspas Keuskupan Ruteng.
RD. Jean menjelaskan tiga keunikan bahan katekese sinodal Keuskupan Ruteng pada
tahun 2026.
Pertama,
katekese sinodal yang terdiri atas empat kali
pertemuan membahas empat tugas Gereja, yaitu pewartaan (kerygma), pengudusan
(leitourgia), persekutuan (koinonia), dan pelayanan (diakonia).
Kedua, katekese sinodal berbicara dengan aneka bahasa sesuai dengan
konteks pendengar yang terdiri atas tiga kelompok, yaitu orang dewasa, orang
muda, dan anak-remaja. Tim penyusun bahan katekese sudah menyusun bahan
katekese sesuai dengan konteks pendengar. Ketiga, dalam pelaksanaan
katekese disediakan waktu jeda meditatif. Tujuannya ialah agar semua peserta
katekese dapat mendengarkan suara Roh Kudus.
Tim
pendamping SEKAMI menjadi fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan katekese untuk
anak-anak sekami. Materi katekese disampaikan dengan bahasa yang sederhana,
menggunakan alat peraga, dan diisi dengan yel-yel atau permainan. Tim
pendamping SEKAMI juga harus bisa membakar semangat anak sekami untuk sharing
pengalaman hidup mereka sesuai dengan tema katekese.
“Kita
mesti memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berbicara dari sudut pandang
dan pengalaman mereka. Semua sharing pengalaman dicatat rapi, diserahkan ke
pihak sekretariat masing-masing paroki, dan akhirnya dari pihak paroki
diserahkan ke pihak Puspas. Komisi anak dan remaja Keuskupan Ruteng akan
membaca dan menganalisis masukan dari setiap paroki sehingga dapat menghasilkan
program pastoral untuk anak sesuai dengan konteks kebutuhan kita di Keuskupan
Ruteng,” jelas RD. Jean
Sebagai
akhir dari sesi pemaparan tentang katekese, tim pendamping SEKAMI 7 paroki
dalam Kota Ruteng sepakati pelaksanaan katekese untuk anak SEKAMI sebanyak 4
kali pertemuan. Kegiatan katekese akan dibuat setiap minggu sampai sebelum
perayaan Paskah.
Selain
pelaksanaan katekese, tim pendamping SEKAMI juga menyepakati materi pembinaan
iman untuk anak sekami selama tiga minggu ke depan (tanggal 15, 22, dan 29
Maret 2026) bertolak dari bacaan Injil setiap minggunya. Dalam kegiatan
pembinaan iman tersebut, tim pendamping SEKAMI mengajak anak-anak untuk membuat
yel-yel, bernyanyi bersama, bermain bersama, dan memberikan materi pendalaman
iman dengan bahasa yang sederhana.
Semua
kegiatan pembinaan didokumentasikan dan akan diupload di media sosial sekami di
masing-masing paroki.