
Untuk mengisi liburan sekolah bulan Juni dan Juli mendatang, tim pendamping SEKAMI akan mengadakan sebuah acara akbar bernama Natas de Mori. Natas de Mori berasal dari kekayaan bahasa dan budaya Manggarai. "Natas" adalah halaman atau pusat kehidupan tempat keluarga berkumpul, sedangkan "Mori" merujuk pada Tuhan.
Soenardi Jempao, Tim Pendamping SEKAMI Paroki Katedral Ruteng saat menjelaskan tentang rencana acara Natas de Mori dalam Temu Pendamping SEKAMI 7 Paroki Kota di Aula St. Yosep Katedral Ruteng.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Natas de Mori adalah sebuah konsep halaman Tuhan yang
dihadirkan sebagai ruang perjumpaan akbar bagi anak-anak sekami Katedral dan 6
paroki dalam kota. Ini adalah rumah bagi anak-anak untuk merayakan iman dengan
cara yang paling alami bagi mereka: bermain, bernyanyi, bertualang, dan
menjalin persahabatan di bawah naungan kasih Tuhan.
Soenardi
Jempao, salah satu tim pendamping SEKAMI Katedral, menegaskan empat tujuan
pelaksanaan acara ini. Pertama, pengalaman Kasih yang Pribadi: Membantu
anak-anak merasakan secara nyata bahwa Yesus bukan sekadar tokoh dalam buku,
melainkan Sahabat yang mengasihi mereka secara pribadi dalam setiap tawa dan
gerak. Kedua, cinta Kitab Suci: Mengenalkan Firman Tuhan sebagai panduan
hidup yang seru dan relevan melalui cara-cara kreatif khas dunia anak. Ketiga,
liburan Bermakna: Mengalihkan perhatian anak dari layar gadget menuju
interaksi sosial yang sehat, kreatif, dan spiritual di lingkungan Gereja. Keempat,
akar budaya dan iman: Menanamkan kebanggaan pada identitas budaya lokal
sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga.
Selama
3 hari, anak-anak akan diajak dalam rangkaian "Petualangan Iman" yang
meliputi: Sesi kreatif dan interaktif bersama Frater: Firman Tuhan (Kitab Suci)
akan disampaikan oleh para Frater dengan gaya yang energik, menggunakan bahasa
yang mudah dipahami oleh anak-anak, serta penuh dengan kejutan interaktif; Pujian
Gerak dan Lagu: Memuji Tuhan dengan seluruh jiwa dan raga melalui koreografi
yang ceria; Amazing Race (Indoor & Outdoor): Petualangan fisik dan logika
bertema Alkitab, di mana anak-anak bekerja sama menyelesaikan tantangan di alam
terbuka serta lingkungan Gereja.
Ada
juga aktivitas "Hamburger Ceria": Mengajak anak untuk berkreasi,
belajar tentang rasa syukur, kemandirian, dan indahnya berbagi hasil karya
sendiri khususnya kepada orang yang mereka kasihi; Doa Alam dan Senam Rohani:
Menghirup udara segar sambil menyadari kehadiran Tuhan melalui ciptaan-Nya dan
menjaga kebugaran tubuh sebagai bait Roh Kudus; Malam Puncak dan Api Unggun:
Sesi refleksi yang hangat di bawah langit malam, di mana anak-anak diajak
merenungkan kasih Yesus yang telah mereka alami selama kegiatan; Pesta Kembang
Api: Sebagai simbol perayaan sukacita kemenangan anak-anak Tuhan yang siap
menjadi saksi kasih-Nya di tengah keluarga.
Tema
acara Natas de Mori bulan Juni mendatang ialah Yesus Sahabat Sejatiku.
“Melalui tema ini, anak-anak sekami akan diajak untuk mengenal Yesus melalui
pembacaan dan pendalaman firman dan mewartakan Yesus sebagai sahabat sejati
dalam aneka kegiatan kreatif yang sudah dirancang oleh panitia,” jelas Soenardi.
“Sebagai
persiapan menjelang kegiatan Natas de Mori pada bulan Juni mendatang,
tim panitia menggalang dana dengan menjual baju kaos, cangkir, stiker, dan
makanan ringan dengan brand Natas de Mori. Selain itu, tim panitia juga
mulai merekrut anak-anak remaja dan orang muda untuk menjadi tim pendamping
anak saat kegiatan Natas de Mori nanti,” tambah Nilda Setiani, salah
satu tim pendamping SEKAMI Katedral.