
Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santu Yosep Katedral Ruteng memiliki tradisi tahunan yang sejak lama menyatu dengan denyut iman umat. Setiap Bulan Mei diadakan prosesi arca Bunda Maria dari Gereja ke semua wilayah. Umat bersatu dalam semangat devosi, persaudaraan semakin erat, dan solidaritas iman terus bertumbuh dalam komunitas-komunitas.
Arca Bunda Maria diarak keluar dari Gereja Katedral Ruteng untuk diprosesikan ke 16 wilayah pada Bulan Mei 2026. Tradisi ini telah lama hidup di tengah umat dan menjadi wujud ekspresi cinta mereka pada Sang Bunda. (Foto: KOMSOS)
KATEDRALRUTENG.ORG - Umat Paroki Katedral Ruteng baru saja selesai melaksanakan acara prosesi meriah arca Bunda Maria ke 16 Wilayah. Prosesi ini dilaksanakan setiap mengawali Bulan Mei, dan sejak lama menjadi tradisi iman umat yang melibatkan semua generasi. Kecintaan umat pada figur Bunda Maria nampak dalam partisipasi mereka menyukseskan dan memeriahkan prosesi dengan berbagai pernak-pernik.
"Setelah selama sebulan kita berziarah bersama Bunda Maria, dan dalam ziarah itu kita telah mendapatkan banyak rahmat dan berkat dari Bunda Maria, dan kita telah belajar banyak dari teladan kehidupan Bunda Maria, maka sekarang mari kita menjalani kehdupan kita dengan mencontohi teladan dan semangat Bunda Maria," pesan Administrator Paroki Katedral Ruteng RD Dyonysius Osharjo dalam homilinya menutup Bulan Maria, 31 Mei 2026 di Gereja Katedral.
Arca Bunda Maria saat diarak dari depan Altar keluar Gereja seusai Misa Pembukaan Bulan Maria 1 Mei 2026 yang dipimpin RD Patrick Dharsam Guru. Selanjutnya prosesi arca Bunda Maria dilaksanakan dengan meriah oleh ribuan umat yang ada di 16 Wilayah dalam Paroki Katedral. (Foto: KOMSOS)
Pesan RD Os, sapaan akrabnya, menjadi penting dan menarik, karna keteladanan Bunda Maria, terutama ketaatan, kepedulian, dan kerendahan hatinya mendesak untuk semakin dihidupkan oleh semua orang Katolik di jaman ini. Jaman di mana semangat kasih, pelayanan, dan persaudaraan selalu cenderung diukur dengan untung-rugi dan materi.
RD Os mengatakan, dengan pertolongan Bunda Maria, kita akan lebih mampu membuat hidup kita lebih baik dan lebih bermanfaat untuk banyak orang. Prosesi arca Bunda Maria ke 16 Wilayah yang dilakukan sepanjang Bulan Mei, tak hanya sekedar tradisi rutin, namun bagi umat Paroki Katedral merupakan momen untuk saling mengakrabi persaudaraan dan memperkuat devosi.
Arca Bunda Maria saat dihantar oleh umat yang menggunakan busana adat ke wilayah-wilayah yang akan dikunjungi selama Bulan Mei. Tradisi ini sejak lama menyatu erat dengan kehidupan iman umat paroki ini. (Foto: KOMSOS)
"Umat Paroki Katedral Ruteng majemuk dan beragam latar belakang suku, budaya, dan bahasa. Prosesi arca Bunda Maria selalu menarik dan semakin banyak umat yang ambil bagian terlibat dari tahun ke tahun. Umat bersatu dalam semangat persaudaraan, Ada juga yang menarik, mereka bergotong-royong dalam mempersiapkan penjemputan arca di setiap wilayah," kata Simon Manggu Ketua Pelaksana DPP Katedral, Sabtu, 13 Juni 2026.
Senada, Redempta, anggota Legio Mariae paroki Katedral menuturkan, prosesi arca Bunda Maria di Paroki Katedral sejak lama telah menjadi momen perjumpaan umat yang ada di setiap wilayah. "Mereka mulai dengan bergotong-royong membersihkan lingkungan, memasang umbul-umbul, dan juga gapura 'Selamat Datang' di setiap tempat penerimaan arca di perbatasan wilayah. Bunda Maria menyatukan semua orang dengan semangat persaudaraan," ucapnya. [Jimmy Carvallo]