
Waktu berjalan sangat cepat. Hari ini kita sudah berada pada pekan ketiga Masa Advent. Perayaan Natal akan segera tiba. Namun, persiapan kita tak boleh kendur. Itu sebabnya Injil baru yang baru saja kita dengar mengingatkan kita untuk merefleksikan tubuh kita sebagai tubuh hidup – tempat kediaman Roh Kudus.
Umumnya orang suka dengan sensasi, hal-hal besar yang menghebohkan. Orang suka dengan hal-hal yang mencengangkan, berita-berita heboh yang aktual. Orang lebih suka dengan berita politik ibukota, tetapi berita yang biasa-biasa di daerah sekitar tidak diperhatikan.
Renungan Harian Katolik Kamis 9 Desember 2021, Pekan Adven II, Bacaan Pertama: Yesaya 41:13-20, Mazmur Tanggapan: Mazmur 145:1.9-13b, Bait Pengantar Injil: Yesaya 45:8, Bacaan Injil: Matius 11:11-15
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Allah menjanjikan penebus (bdk. Kej. 3:15). Kerahiman Allah ini mulai diwujudkan dengan melindungi Maria dalam kandungan Santa Anna dari sengat dosa asal. Tujuan Allah ialah supaya kodrat manusia yang diberikan Bunda Maria nantinya kepada Bayi Yesus, sungguh murni dan tidak terkontaminasi oleh dosa.
Kedatangan Mesias, yang digambarkan Nabi Yesaya, akan membawa sukacita besar seperti perjamuan surgawi dengan hidangan dan minuman yang lezat.
Nabi Yesaya bernubuat bahwa Tuhan sendiri akan datang menyelamatkan kita. Kedatangan Mesias akan disertai dengan sorak-sorai, kemuliaan, dan sukacita. Kedatangan-Nya bukan hanya akan menyembuhkan penyakit, tetapi juga membarui seluruh alam semesta. Alam semesta bersahabat kembali dengan manusia sehingga manusia mengalami damai sejahtera.